beground music: derby romeo - gelora asmara
jatuh bangunnya perasaan yang gw rasain..
gag hanya perasaan..tapi, juga kehidupan gw..
salah satu kebahagiaan dalam kehidupan gw adalah saat gw keterima di jurusan yang gw impikan gizi masyarakat universitas indonesia.. wow.. agak berat memang kalau dilihat dari kata "masyarakat"..
ilmu yang gw dapat nantinya mesti bermanfaat bagi masyarakat, kontribusi apa yang bisa gw berikan kepada masyarakat..?!hoho..
nggak perlu muluk-muluk.. sebelum ke masyarakat,gw pengen bgt ngebahagiain keluarga gw,,
yaiayalah, syp juga yg mau mengecewakan keluarga sendiri..
karena gw rasa dari sinilah gw memulai semuanya, keberhasilan yang gw dpt juga berasal atas dukungan dari keluarga gw, baik orang tua maupun ketiga orang kakak gw yang super duper jail nya..(gw jg gag kalah jail sii..hhi)
Syukur Alhamdulillah Luar Biasanya atas segala rahmat, berkah, dan ridho Allah Subhana Wa Ta'ala..
selalu.. gw mluapan smua kebahagiaan gw dengan air mata.. sujud syukur atas segala nikmat-Nya..
sampai pada saat-saat pertama masuk kuliah.. *wait a minute..biar gw mencari memori-memori di otak gw saat pertama x masuk kuliah..*
if i can turn back time...
pengen bgt gw mngulang masa-masa pertama sebelum masuk kuliah yaitu mengikuti kelas obm atau orientasi belajar mahasiswa lengkapnya..
ohoho..
semangat!!tentu hanya semangat itu yang bisa gw rasain hingga sekarang..
memasuki gedung-gedung perkuliahan yang ada di universitas kebanggaan kita yaitu Univ.Indonesia.. hha..
masih teringat di memori gw,,pertama kali masuk kelas obm yaitu di sebuah gedung berisikan beberapa lantai dengan beberapa kelas dan lift?!..(wew..ini bukan mall kan?!hha)
itu adalah salah satu gedung yg ada di fisip..
sedikit cerita*
sebelumnya gw diantar kakak gw,,jauh2 dari rumah gw(bekasi) ke fak. tsb..
melihat ramainya suasana diged. tsb seakan membuat gw enggan untuk menaiki tangga.. otomatis langsung gw ambil langkah cepat untuk menaiki lift..
hha.. sampai juga deh..
pintu lift pun terbuka,, gw hanya bisa melihat mahasiswa y mungkin maba jg sperti gw yang sedang bergeletakan duduk di lantai..
tanpa pikir panjang,,n' gag mau keabisan tempat,, langsung lah gw mengambil tempat duduk di depan kelas yang akan gw tempati hari itu,, tepat di sebelah seorang gadis yang memakai kerudung merah beserta tas polkadot yg dipangkunya (gila..ingatan gw tajam jg y,,hha)..
gag lama gw duduk.. gw pun memulai pembicaraan,,kurang lebih sih begini
"hmm, maba jg y??"
"iya" jawabnya dengan senyum agak menakutkan..mungkin ngeliat gw yang mirip teroris kalii y..ahaha..
gw pun kembali bertanya, "umm, nunggu kelas yang mana?"
"302" jawabnya cepat..
"loh sama doong.. gw juga masuk kelas disitu.. kelas PBL kan?"
"iya..oo..sama y?"
"iya"..langsung aja gw ajak kenalan..
gw bilang, nama gw caca.. dan dia pun menyebutkan namanya...
jeng..jeng..jeng..jeng..
hayooo..
syp yang mnjadi kenalan pertama gw di ui..??
dia itu...
adalah...
SILA..
hahaha..iya namanya sila..
lucu deh namanya.. kayak nama pancaSILA.. hhe..
orang nya jg gag kalah lucu kuk..
tapi,sayang.. mungkin karena gw terlalu cepat menilai kalau dia itu jutek,,
jadi,agak susah wat gw memulai atau membahas suatu bahan pembicaraan..hho..
dia itu asalnya dari semarang.. kalau gag salah sii..(eh,ntar deh gw liat lagii di fs nya.. asalnya darimana..)hhe..
dia keterima di UI di jurusan adm.negara apa niaga.. maav y,sil.. gw lupa..
(soal kaeak bgini aja,,gw lupa..ahaha..)
dia keterima di jalur PPKB..jadi, kaykna dia udah punya pengalaman yang lumayan selama di UI.. n' mngkin dia jg udh pnya byk tmn di sini..
sampai2 wktu teman seperjuangan PPKB'y dtg saat kita duduk itu pun.. gw rada dicuekin..
but it's ok.. perasaan gw ja x y, dicuekin..hhe..
tp, itu gag menurunkan niat gw untuk memulai semuanya dengan hati ikhlas n' jiwa semangat bertemu teman baru, lingkungan baru, kondisi baru.. ya intinya masii serba baru lah dalam hidup gw..hemp..
*haha. seperti nya ini bukan cerita yg sedikit..*
lanjutlah..
fisip y,fisip.. bisa dikatakan ini bukan kali pertamanya gw mengunjungi kmpus ini..
karena memang dahulu gw pernah ikut try out yg diadakan ui bekerja sama dgn ki dalang.. dan gw sudah ditakdirkan untuk mengerjakan soal try out tsb di kmpus fisip ini.. haha..
wow!!sekilas terlihat,,suasana elite dan borjuis dari mhasiswa2 yang ada di fisip..
gag heran.. segala macam fashion that mode on in our country.. ada Laa disini.. haha..
saking terpesonanya dengan kampus ini..
BINDER bimbel gw sampe ketinggalan dsini.. hwahaha..
gag sadar.. tuh binder udah lenyap dari tangan gw.. *emang teledor.. ^^
sampe akhirnya ada kakak ui yang berbaik hati menelfon n' memberi kabar kalo binder gw itu kebawa sama dia..
"bisa bicara dengan risca febriyana?"
"iya, saya sendiri, ini syapa y?"
"bgini risca, binder kmu kebawa sama saya wktu absen TO di UI.. dan untung ada no.telfonnya di binder kmu.. jadi lngsng saya telfon.."
"hah?!iya kak.. kebawa sama kakak.. hoho.. trus gmn kak?"
"yawda,,mngkin krn panitia lagi sibug smua.. untuk lbih lnjutnya kmu bisa catat cp saya?"
"iyaa deh.."gw mncatat nomernya dan sampe sekarang gw ga tau kkak yg mnemukan binder gw tuh nmanya sypa.. bododhnya gw gag menanyakan sypa nmanya ..
"kalau bgitu.. nanti kita contact2an lagi y,risca"
"makasih y kak" pembicaraan pun berakhir n' blnjut lewat sms..
feeling sekedar feeling..
huaaa... ini pertanda.. kalau gw akan balik lagi ke ui.. alias masuk ui..
AMIIN Ya ALLAh..
haha.. gara2 binder ktinggalan di ui aja.. nyokap gw lngsung ikutan berdoa.. mdhan2 balik lagi ke ui.. hihi.. y possitive thinking aja.. asalkan usaha n' bdoa.. apa sih yg enggak mngkin.. hehoo..
n' Alhasil gw berhasil mndapatkan ui.. yippie..
hmm..
hari pertama obm.. gw bertemu dgn tmn2 baru.. nmanya sila, lalu noni, brikutnya yulial, tmn grup pertama gw.. nindya, inav, dan nofan.. lalu dimas, seanni, mala, silmi, prily, jessica, andre.. dan lain-lainya..
(hoaaaam... udah ngantuk nih...
ntar lagii ahh ceritanya... hehehe...)
Selasa, 06 Januari 2009
Senin, 22 September 2008
berbagi cerita
hua.....hari ini hari senin...
kemarin minggu,,,
besok selasa...
lusa rabu...
intinya...apa cih...
kemarin minggu,,,
besok selasa...
lusa rabu...
intinya...apa cih...
Kamis, 14 Agustus 2008
VIRUS_VIRUS UKHUWAH
Virus-Virus Ukhuwah (Bag. Terakhir)
11. MENGIKUTI PRASANGKA
Mempunyai prasangka bahwa sahabatmu menyembunyikan sesuatu darimu juga dapat menyakitinya. Apalagi jika Anda sudah membangun sikap2 tertentu berdasarkan prasangka tersebut. Selain bisa menyakitinya, hal ini juga betul2 akan menyakiti dirimu sendiri, karena prasangka buruk dapat merusak ketulusan perasaan hatimu terhadapnya.
Oleh karena itu, ketulusan hati da prasangka baik (husnuzhzhan) merupakan salh satu faktor yang dapat mempertahankan hubungan ukhuwah. Dengan alasan tersebut Allah dan Rasul-Nya melarang kita berburuk sangka (su’udzdzan) dan mengikutinya.
“Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujuraat : 12)
Sabda Rasulullah : “Hindarilah prasangka (buruk), karena prasangka (buruk) adalah ucapan yang paling dusta.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)
Prasangka buruk dapat mendorong kepada perbuatan tajassus (mencari-cari kesalahan) yang dilarang oleh agama. Juga dapat mendorong untuk menjelk-jelekkan sahabat. Betapa jauh dari cinta dan makna ukhuwah, orang yang jika marah terhadap sahabatnya, ia langsung berprasangka buruk atau mengejeknya di hadapan orang lain.
12. MENCAMPURI MASALAH PRIBADI
Termasuk dalam hal mencampuri urusan pribadi adalah mencari-cari kesalahan, mencuri pendengaran, serta turut campur dalam masalah yang tidak ada gunanya bagi kita.
Sabda Rasulullah : “Jangan mencari-cari kesalahan (tajassus), mencuri pendengaran (tahassus), saling bermusuhan dan saling menjauhi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
Dalam shiroh sahabat Nabi dikisahkan, ada seorang sahabat Nabi yang sakit. Ketika para sahabat dan kerabat menjenguknya, mereka merasa heran ketika melihat wajah sahabat yang sakit tersebut begitu ceria. Lalu mereka bertanya mengenai sebab keceriaannya. Ia menjawab : “Ada dua amalan yang benar2 kuyakini pahalanya sangat besar, yaitu aku tidak pernah berbicara mengenai hal2 yang tidak berguna, dan hatiku bersih dai segala perasaan kotor terhadap sesama kaum muslim.”
13. EGOIS, AROGAN, TIDAK BEREMPATI DENGAN PENDERITAAN SAUDARA, DAN TIDAK MEMPERHATIKAN MASALAH SERTA KEBUTUHANNYA
Suatu pelajaran yang indah dapat kita petik dari cerita Harun bin Abdillah ra ketika ia berkata : “Pada suatu saat, Ahmad bin Hambal mengunjungiku di tengah malam. Kudengar pintu diketuk, maka aku bertanya : “Siapa di luar sana?” Ia menjawab : “Aku, Ahmad”. Segera kubuka pintu dan menyambutnya. Aku mengucapkan salam dan ia pun demikian. Lalu aku bertanya : “Keperluan apakah yang membawamu kemari?” Ahmad menjawab : “Siang tadi, sikapmu mengusik hatiku.” Aku bertanya : “Masalah apakah yang membutmu terusik, wahai Abu Abdillah?” Ahmad menjawab : “Siang tadi akui lewat di samping halaqoh-mu, ketika engkau sedang mengajar murid2mu, engkau duduk di bawah bayang2 pohon sedangkan murid2mu secara langsung terkena terik matahari dengan tangan memegang pena dan catatan. Jangan kau ulangi perbuatan itu di kemudian hari. Jika engkau mengajar maka duduklah dalam kondisi yang sama dengan murid2mu.”
Dalam kisah di atas, setidaknya ada dua catatan yang layak direnungkan.
(1) yang bercerita buka pihak yang memberi nasihat, melainkan orang yang dinasihati dan ia tergugah dengan nasihat tersebut,
(2)kelembutan dan kehalusan gaya nasihat Imam Ahmad. Ia menyampaikannya secara sembunyi di tengah malam, dengan menggunakan kata2 “Sikapmu mengusik hatiku”, benar2 suatu ungkapan yang lembut. Ia tidak mengatakan, misalnya “Kamu telah menyakiti manusia….”
Faktor lain yang dapat memperkokoh ukhuwah adalah berempati terhadap penderitaan saudara dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhannya.
Sabda Rasulullah : “Siapa yang mencukupi kebutuhan saudaranya, niscaya Allah mencukupi kebutuhannya Siapa yang menolong seorang mukmin dari suatu kesusahan, niscaya Allah akan menolongnya dari salah satu kesusahan pada hari kiamat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad)
Dalam hal mencukupi kebutuhan saudara kita, skala paling rendah adalah sebatas mencukupi kebutuhannya ketika diminta dan kita mampu, dan bantuan tersebut diberikan dengan syarat hati merasa senang dan bahagia. Skala pertengahan adalah mencukupi kebutuhannya tanpa ia minta, dan askala yang tertinggi adalah mengutamakan kebutuhan saudara kita daripada kebutuhan kita sendiri.
sahabat di saat senang selalu banyak jumlahnya
namun ketika susah hanya sedikit yang tersisa
maka jangan terpedaya dengan kebaikan seorang sahabat
namun ketika musibah menimpa tiada yang mengiba
semua sahabat menyatakan dirinya setia
namun tidak semua berbuat seperti ucapannya
kecuali sahabat yang penuh derma dan taat agama
itulah sahabat yang berbuat sama dengan kata-katanya
14. MENUTUP DIRI, BERLEBIHAN, MEMBEBANI, DAN MENGHITUNG-HITUNG KEBAIKAN
Jika Anda ingin membuat hati seorang sahabat menjadi senang dan bersikap terbuka apa adanya, maka hindarilah menutup diri dan jangan membuatnya merasa terbebani, jangan menghitung-hitung kebaikannya kepadamu, jangan memberatkannya agar melayanimu, dan bersikaplah rendah hati. Dalam hal ini, cara pandang yang paling baik adalah kamu menganggap dirimu lebih layak melayani daripada dilayani, dengan demikian kamu cenderung menganggap dirimu sebagai pelayan. Barangkali Umar bin Khaththab adalah sosok yang bisa dijadikan contoh. Beliau berbuat baik kepada siapa saja, tidak hanya sahabat dekat, melainkan juga budak-budaknya. Menurut Aslam, salah seorang pelayan Umar, pada suatu malam terkejut mendapati Umar sedang mengurus kuda2 pelayannya dan kudanya sendiri, seraya melantunkan puisi :
Jangan biarkan malam ini membuat hatimu resah
Hiasilah ia dengan sehelai baju dan sorban
Jadilah sahabat baik bagi Naif dan Aslam
Layanilah mereka
15. ENGGAN MENGUNGKAPKAN PERASAAN CINTA, ENGGAN MEMBELA SAHABAT KETIKA AIBNYA DISEBUT
Tentang menyatakan cinta pada saudara, Rasulullah bersabda: “Jika seorang di antara kamu mencintai saudarnya karena Allah, maka kabarkanlah kepadanya, karena hal itu dapat mengekalkan keakraban dan memnatapkan cinta.”
Di antara hak ukhuwah adalah membela dan mempertahankan nama baik sahabat. Rasulullah bersabda : “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menzhalimi dan menyerahkannya.” (HR. Bukhari, Ahmad)
16. MELUPAKANNYA KARENA SIBUK MENGURUSI ORANG LAIN DAN KURANG SETIA
Di antara gambaran akhlaq buruk dalam berukhuwah adalah ketika kita mendapatkan seorang sahabat baru lantas meninggalkan sahabat yang telah kita kenal dalam jangka waktu lama. Salah satu penyebab kekecewaan sahabat adalah ketika ia berusaha sekuat tenaga untuk dekat denganmu dan selalu mengutamakanmu dari siapapun juga, ia justru mendapatimu tidak setia dan menghargainya.
Tidak setia terhadap sahabat juga dapat memutuskan tali ukhuwah. Tanda-tanda kesetiaan terhadap sahabat di antaranya adalah :
- berdoa untuknya dari kejauhan, baik selama ia hidup atau setelah kematiannya, berbuat baik kepada orang yang dicintainya juga keluarganya.
- konsiten dengan sikap tawadhu’ (rendah hati) terhadap sahabat, sekalipun kedudukan ataupun ilmu Anda lebih tinggi darinya.
17. MENGINGKARI JANJI DAN KESEPAKATAN TANPA ALASAN YANG JELAS
Sifat buruk ini akan menumbuhkan anggapan dalam diri sahabat Anda bahwa Anda tidak memperhatikannya, karena orang yang mengingkari janji atau kesepakatan berarti telah meninggalkan sesuatu yang dianggap kurang penting demi meraih sesuatu yang dianggap lebih pening. Alasan ini sudah cukup kuat untuk membuat sahabatmu sedih, menodai cinta dan merusak ukhuwah.
18. SELALU MENCERITAKAN PERKARA YANG MENYEDIHKAN DAN SUKA MENYAMPAIKAN BERITA YANG MEMBUAT RESAH
Ibnu Hazm ra bekata : “Jangan sampaikan beritayang membuat saudaramu sedih atau tidak bermanfaat baginya, karena itu adalah perbuatan orang2 kerdil. Dan jangan menyembunyikan berita yang bisa membahayakannya jika ia tidak tahu, karena itu merupakan pekerjaan orang2 jahat.”
Yahya bin Mu’adz berkata : “Jadikanlah tiga hal berikut ini sebagai sikapmu terhadap orang2 mukmin;jika tidak bisa memberi manfaat, maka jangan membahayakannya; jika tidak bisa membahagiakannya, maka jangan membuatnya sedih; Jika tidak memujinya, maka jangan mencacinya.”
19. TERLALU CINTA
Maksudnya adalah menghindari hal-hal yang berlebihan, seprti ketergantungan atau rasa suka terhadap sahabat, membebani diri dengan beban yang terlalu berat dalam upaya melayani atau mendekatinya.
Rasulullah saw bersabda : “Cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi musuhmu pada suatu saat nanti. Dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi sahabat dekatmu pada suatu saat nanti.” (HR. Bukhari, Tirmidzi)
Abul-Aswad berkata :
Cintailah kekasihmu
Dengan cinta yang sederhana
Karena kamu tidak tahu
Kapan ia menjauhimu
Jika harus benci, maka bencilah
Tapi jangan menjauhi
Karena kamu tidak tahu
Kapan harus kembali
Mencintai sahabat secara berlebihan malah akan melemahkan persahabatan. Lebih baik cinta yang terus merangkak namun menanjak daripada cinta yang melonjak namun lekas surut.
Namun demikian, jadikanlah cintamu kepada sahabat lebih besar dari cintanya kepadamu, agar mendapat fadhilah (keutamaan) dari Allah melalui sabda Rasul-Nya :
“Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah, kecuali orang yang lebih besar cintanya adalah yang lebih utama di antara keduanya.” (HR. Bukhari)
Jadikan tulisan dalam buku ini sebagai bahan instrospeksi, menilai diri sendiri untuk memperbaiki kadar ukhuwah dan menunaikan hak ukhuwah saudaraku. Jangan jadikan tulisan dalam buku ini sebagai bahan untuk menilai sahabat2 Anda, karena jika itu dilakukan, Anda pasti akan lebih memilih untuk ‘uzlah atau menyendiri.
Wallahu’alam.
—— selesai ——-
(Dicuplik dari buku Virus-Virus Ukhuwah, karangan Abu ‘Ashim Hisyam bin Abdul Qadir ‘Uqdah, terbitan Robbani Press)
11. MENGIKUTI PRASANGKA
Mempunyai prasangka bahwa sahabatmu menyembunyikan sesuatu darimu juga dapat menyakitinya. Apalagi jika Anda sudah membangun sikap2 tertentu berdasarkan prasangka tersebut. Selain bisa menyakitinya, hal ini juga betul2 akan menyakiti dirimu sendiri, karena prasangka buruk dapat merusak ketulusan perasaan hatimu terhadapnya.
Oleh karena itu, ketulusan hati da prasangka baik (husnuzhzhan) merupakan salh satu faktor yang dapat mempertahankan hubungan ukhuwah. Dengan alasan tersebut Allah dan Rasul-Nya melarang kita berburuk sangka (su’udzdzan) dan mengikutinya.
“Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa.” (QS. Al-Hujuraat : 12)
Sabda Rasulullah : “Hindarilah prasangka (buruk), karena prasangka (buruk) adalah ucapan yang paling dusta.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)
Prasangka buruk dapat mendorong kepada perbuatan tajassus (mencari-cari kesalahan) yang dilarang oleh agama. Juga dapat mendorong untuk menjelk-jelekkan sahabat. Betapa jauh dari cinta dan makna ukhuwah, orang yang jika marah terhadap sahabatnya, ia langsung berprasangka buruk atau mengejeknya di hadapan orang lain.
12. MENCAMPURI MASALAH PRIBADI
Termasuk dalam hal mencampuri urusan pribadi adalah mencari-cari kesalahan, mencuri pendengaran, serta turut campur dalam masalah yang tidak ada gunanya bagi kita.
Sabda Rasulullah : “Jangan mencari-cari kesalahan (tajassus), mencuri pendengaran (tahassus), saling bermusuhan dan saling menjauhi. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad)
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah)
Dalam shiroh sahabat Nabi dikisahkan, ada seorang sahabat Nabi yang sakit. Ketika para sahabat dan kerabat menjenguknya, mereka merasa heran ketika melihat wajah sahabat yang sakit tersebut begitu ceria. Lalu mereka bertanya mengenai sebab keceriaannya. Ia menjawab : “Ada dua amalan yang benar2 kuyakini pahalanya sangat besar, yaitu aku tidak pernah berbicara mengenai hal2 yang tidak berguna, dan hatiku bersih dai segala perasaan kotor terhadap sesama kaum muslim.”
13. EGOIS, AROGAN, TIDAK BEREMPATI DENGAN PENDERITAAN SAUDARA, DAN TIDAK MEMPERHATIKAN MASALAH SERTA KEBUTUHANNYA
Suatu pelajaran yang indah dapat kita petik dari cerita Harun bin Abdillah ra ketika ia berkata : “Pada suatu saat, Ahmad bin Hambal mengunjungiku di tengah malam. Kudengar pintu diketuk, maka aku bertanya : “Siapa di luar sana?” Ia menjawab : “Aku, Ahmad”. Segera kubuka pintu dan menyambutnya. Aku mengucapkan salam dan ia pun demikian. Lalu aku bertanya : “Keperluan apakah yang membawamu kemari?” Ahmad menjawab : “Siang tadi, sikapmu mengusik hatiku.” Aku bertanya : “Masalah apakah yang membutmu terusik, wahai Abu Abdillah?” Ahmad menjawab : “Siang tadi akui lewat di samping halaqoh-mu, ketika engkau sedang mengajar murid2mu, engkau duduk di bawah bayang2 pohon sedangkan murid2mu secara langsung terkena terik matahari dengan tangan memegang pena dan catatan. Jangan kau ulangi perbuatan itu di kemudian hari. Jika engkau mengajar maka duduklah dalam kondisi yang sama dengan murid2mu.”
Dalam kisah di atas, setidaknya ada dua catatan yang layak direnungkan.
(1) yang bercerita buka pihak yang memberi nasihat, melainkan orang yang dinasihati dan ia tergugah dengan nasihat tersebut,
(2)kelembutan dan kehalusan gaya nasihat Imam Ahmad. Ia menyampaikannya secara sembunyi di tengah malam, dengan menggunakan kata2 “Sikapmu mengusik hatiku”, benar2 suatu ungkapan yang lembut. Ia tidak mengatakan, misalnya “Kamu telah menyakiti manusia….”
Faktor lain yang dapat memperkokoh ukhuwah adalah berempati terhadap penderitaan saudara dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhannya.
Sabda Rasulullah : “Siapa yang mencukupi kebutuhan saudaranya, niscaya Allah mencukupi kebutuhannya Siapa yang menolong seorang mukmin dari suatu kesusahan, niscaya Allah akan menolongnya dari salah satu kesusahan pada hari kiamat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad)
Dalam hal mencukupi kebutuhan saudara kita, skala paling rendah adalah sebatas mencukupi kebutuhannya ketika diminta dan kita mampu, dan bantuan tersebut diberikan dengan syarat hati merasa senang dan bahagia. Skala pertengahan adalah mencukupi kebutuhannya tanpa ia minta, dan askala yang tertinggi adalah mengutamakan kebutuhan saudara kita daripada kebutuhan kita sendiri.
sahabat di saat senang selalu banyak jumlahnya
namun ketika susah hanya sedikit yang tersisa
maka jangan terpedaya dengan kebaikan seorang sahabat
namun ketika musibah menimpa tiada yang mengiba
semua sahabat menyatakan dirinya setia
namun tidak semua berbuat seperti ucapannya
kecuali sahabat yang penuh derma dan taat agama
itulah sahabat yang berbuat sama dengan kata-katanya
14. MENUTUP DIRI, BERLEBIHAN, MEMBEBANI, DAN MENGHITUNG-HITUNG KEBAIKAN
Jika Anda ingin membuat hati seorang sahabat menjadi senang dan bersikap terbuka apa adanya, maka hindarilah menutup diri dan jangan membuatnya merasa terbebani, jangan menghitung-hitung kebaikannya kepadamu, jangan memberatkannya agar melayanimu, dan bersikaplah rendah hati. Dalam hal ini, cara pandang yang paling baik adalah kamu menganggap dirimu lebih layak melayani daripada dilayani, dengan demikian kamu cenderung menganggap dirimu sebagai pelayan. Barangkali Umar bin Khaththab adalah sosok yang bisa dijadikan contoh. Beliau berbuat baik kepada siapa saja, tidak hanya sahabat dekat, melainkan juga budak-budaknya. Menurut Aslam, salah seorang pelayan Umar, pada suatu malam terkejut mendapati Umar sedang mengurus kuda2 pelayannya dan kudanya sendiri, seraya melantunkan puisi :
Jangan biarkan malam ini membuat hatimu resah
Hiasilah ia dengan sehelai baju dan sorban
Jadilah sahabat baik bagi Naif dan Aslam
Layanilah mereka
15. ENGGAN MENGUNGKAPKAN PERASAAN CINTA, ENGGAN MEMBELA SAHABAT KETIKA AIBNYA DISEBUT
Tentang menyatakan cinta pada saudara, Rasulullah bersabda: “Jika seorang di antara kamu mencintai saudarnya karena Allah, maka kabarkanlah kepadanya, karena hal itu dapat mengekalkan keakraban dan memnatapkan cinta.”
Di antara hak ukhuwah adalah membela dan mempertahankan nama baik sahabat. Rasulullah bersabda : “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh menzhalimi dan menyerahkannya.” (HR. Bukhari, Ahmad)
16. MELUPAKANNYA KARENA SIBUK MENGURUSI ORANG LAIN DAN KURANG SETIA
Di antara gambaran akhlaq buruk dalam berukhuwah adalah ketika kita mendapatkan seorang sahabat baru lantas meninggalkan sahabat yang telah kita kenal dalam jangka waktu lama. Salah satu penyebab kekecewaan sahabat adalah ketika ia berusaha sekuat tenaga untuk dekat denganmu dan selalu mengutamakanmu dari siapapun juga, ia justru mendapatimu tidak setia dan menghargainya.
Tidak setia terhadap sahabat juga dapat memutuskan tali ukhuwah. Tanda-tanda kesetiaan terhadap sahabat di antaranya adalah :
- berdoa untuknya dari kejauhan, baik selama ia hidup atau setelah kematiannya, berbuat baik kepada orang yang dicintainya juga keluarganya.
- konsiten dengan sikap tawadhu’ (rendah hati) terhadap sahabat, sekalipun kedudukan ataupun ilmu Anda lebih tinggi darinya.
17. MENGINGKARI JANJI DAN KESEPAKATAN TANPA ALASAN YANG JELAS
Sifat buruk ini akan menumbuhkan anggapan dalam diri sahabat Anda bahwa Anda tidak memperhatikannya, karena orang yang mengingkari janji atau kesepakatan berarti telah meninggalkan sesuatu yang dianggap kurang penting demi meraih sesuatu yang dianggap lebih pening. Alasan ini sudah cukup kuat untuk membuat sahabatmu sedih, menodai cinta dan merusak ukhuwah.
18. SELALU MENCERITAKAN PERKARA YANG MENYEDIHKAN DAN SUKA MENYAMPAIKAN BERITA YANG MEMBUAT RESAH
Ibnu Hazm ra bekata : “Jangan sampaikan beritayang membuat saudaramu sedih atau tidak bermanfaat baginya, karena itu adalah perbuatan orang2 kerdil. Dan jangan menyembunyikan berita yang bisa membahayakannya jika ia tidak tahu, karena itu merupakan pekerjaan orang2 jahat.”
Yahya bin Mu’adz berkata : “Jadikanlah tiga hal berikut ini sebagai sikapmu terhadap orang2 mukmin;jika tidak bisa memberi manfaat, maka jangan membahayakannya; jika tidak bisa membahagiakannya, maka jangan membuatnya sedih; Jika tidak memujinya, maka jangan mencacinya.”
19. TERLALU CINTA
Maksudnya adalah menghindari hal-hal yang berlebihan, seprti ketergantungan atau rasa suka terhadap sahabat, membebani diri dengan beban yang terlalu berat dalam upaya melayani atau mendekatinya.
Rasulullah saw bersabda : “Cintailah kekasihmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi musuhmu pada suatu saat nanti. Dan bencilah musuhmu sesederhana mungkin, siapa tahu ia menjadi sahabat dekatmu pada suatu saat nanti.” (HR. Bukhari, Tirmidzi)
Abul-Aswad berkata :
Cintailah kekasihmu
Dengan cinta yang sederhana
Karena kamu tidak tahu
Kapan ia menjauhimu
Jika harus benci, maka bencilah
Tapi jangan menjauhi
Karena kamu tidak tahu
Kapan harus kembali
Mencintai sahabat secara berlebihan malah akan melemahkan persahabatan. Lebih baik cinta yang terus merangkak namun menanjak daripada cinta yang melonjak namun lekas surut.
Namun demikian, jadikanlah cintamu kepada sahabat lebih besar dari cintanya kepadamu, agar mendapat fadhilah (keutamaan) dari Allah melalui sabda Rasul-Nya :
“Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah, kecuali orang yang lebih besar cintanya adalah yang lebih utama di antara keduanya.” (HR. Bukhari)
Jadikan tulisan dalam buku ini sebagai bahan instrospeksi, menilai diri sendiri untuk memperbaiki kadar ukhuwah dan menunaikan hak ukhuwah saudaraku. Jangan jadikan tulisan dalam buku ini sebagai bahan untuk menilai sahabat2 Anda, karena jika itu dilakukan, Anda pasti akan lebih memilih untuk ‘uzlah atau menyendiri.
Wallahu’alam.
—— selesai ——-
(Dicuplik dari buku Virus-Virus Ukhuwah, karangan Abu ‘Ashim Hisyam bin Abdul Qadir ‘Uqdah, terbitan Robbani Press)
Kamis, 31 Juli 2008
doaku adalah ibadah ku
Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Allah Subhanahu wata'ala. Hakikat doa adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada Allah Ta'ala dan berlepas diri dari daya dan upaya makhluk. Doa merupakan tanda Ubudiyah (penghambaan diri secara totalitas kepada Allah Ta'ala). Doa juga merupakan lambang kelemahan manusia. Di dalam ibadah doa terkandung pujian terhadap Allah Ta'ala. Disamping itu terkandung juga sifat penyantun dan pemurah bagi Allah Ta'ala. Oleh sebab itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Doa itu adalah ibadah." (HR. Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Allah Subhanahu wata'ala. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa.
Di antara doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah:
"Ya Allah, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan." (HR. Muslim)
Di antara doa beliau adalah
"Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain." (HR. Abu Daud)
Demikian pula doa berikut ini:
"Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, per-kayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu." (HR. At-Tirmidzi)
Di antara permohonan beliau kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala :
"Ya Allah, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya." (Muttafaq 'alaih)
..berdoalah engkau jika tak ingin dikatakan sombong..(chacuy)
Di cuplik dari :
Sehari Di Kediaman Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam
By : Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim
"Doa itu adalah ibadah." (HR. Tirmidzi)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Allah Subhanahu wata'ala. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa.
Di antara doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam adalah:
"Ya Allah, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan." (HR. Muslim)
Di antara doa beliau adalah
"Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain." (HR. Abu Daud)
Demikian pula doa berikut ini:
"Ya Allah, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, per-kayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu." (HR. At-Tirmidzi)
Di antara permohonan beliau kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala :
"Ya Allah, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya." (Muttafaq 'alaih)
..berdoalah engkau jika tak ingin dikatakan sombong..(chacuy)
Di cuplik dari :
Sehari Di Kediaman Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam
By : Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim
Senin, 30 Juni 2008
Senin, 23 Juni 2008
Jumat, 13 Juni 2008
kind of dazed n' worried....
hua...mendadak aja...sakit perut gw meradang....entah salah nelen mkanan atau salah apa ,ya,gw...???haduuuu....
otak gw berasa mau pecah....
mungkin karna pengaruh besok ada pengumuman kelulusan buat anak2 klas 3 angkatan gw di SMA 71 kalii,ya??hari ini masii tgl 13 juni 2008....
besok tgl 14 Juni 2008 tepatnya...akan diumumkan hasilnya....
tmn2 gw yang tadinya pada getoL blajar di NF(salah satu bimbel ternama di antara bimbel lainnya...haha) tersontak mereka mendadak ga konsen belajar gara2 dua hari lagi ada pngumuman kelu2san....
kakak NF di kelas gw(tepatnya guru FISIKA),,hanya geleng2 kepala melihat tingkah laku kita yang pada aneh bgini...hihi.
akan tetapi,,tiba2 iia menasihati kita dengan rumus fisika nya....
"kalian tau 'resonansi' kan???nah,resonansi itu adalah suatu getaran yang ditimbulkan akibat adanya frekuensi yang sama...kalau kita merinding jika berdiri di suatu tempat yang menyeramkan...itu tandanya frekuensi kita dengan alam lain SAMA.
Jadi,jika kalian membuat frekuensi ketakutan kalian mningkat...nanti frekuensi fikiran kita akan menyesuaikan...shingga hasil kelu2san yg udah ga bisa diubah lagii...bakalan sama dengan frekuensi ketakutan kita,gmn????hayooo",
(anak2 pun hanya meringis mndengar kata2nya?)
(aduuuuuuh,jangan sampe deh...mudah2an lulus 100% angkatan gw...
AMIIN Ya Allah...
otak gw berasa mau pecah....
mungkin karna pengaruh besok ada pengumuman kelulusan buat anak2 klas 3 angkatan gw di SMA 71 kalii,ya??hari ini masii tgl 13 juni 2008....
besok tgl 14 Juni 2008 tepatnya...akan diumumkan hasilnya....
tmn2 gw yang tadinya pada getoL blajar di NF(salah satu bimbel ternama di antara bimbel lainnya...haha) tersontak mereka mendadak ga konsen belajar gara2 dua hari lagi ada pngumuman kelu2san....
kakak NF di kelas gw(tepatnya guru FISIKA),,hanya geleng2 kepala melihat tingkah laku kita yang pada aneh bgini...hihi.
akan tetapi,,tiba2 iia menasihati kita dengan rumus fisika nya....
"kalian tau 'resonansi' kan???nah,resonansi itu adalah suatu getaran yang ditimbulkan akibat adanya frekuensi yang sama...kalau kita merinding jika berdiri di suatu tempat yang menyeramkan...itu tandanya frekuensi kita dengan alam lain SAMA.
Jadi,jika kalian membuat frekuensi ketakutan kalian mningkat...nanti frekuensi fikiran kita akan menyesuaikan...shingga hasil kelu2san yg udah ga bisa diubah lagii...bakalan sama dengan frekuensi ketakutan kita,gmn????hayooo",
(anak2 pun hanya meringis mndengar kata2nya?)
(aduuuuuuh,jangan sampe deh...mudah2an lulus 100% angkatan gw...
AMIIN Ya Allah...
Langganan:
Postingan (Atom)